Pasca Perang Dunia ke-2

 

2. LAHIR KEMBALI DAN BERKEMBANGNYA SHORINJI KEMPO

Sihang So Doshin

Sekian lama setelah meletusnya Perang Boxer, eksistensi Siaw Liem Sie Kung Fu secara fisik menghilang. Di Tiongkok Siaw Liem Sie Kung Fu semakin mengalami kemunduran ketika Kung Chan Tang (Partai Komunis Tiongkok) berkuasa. Gerakan teknik Siaw Liem Sie Kung Fu yang diperbolehkan ketika itu hanyalah yang menyerupai senam saja (Tai Kyo-Kuen).

Di Jepang sendiri Siaw Liem Sie Kung Fu atau Shorinji Kempo baru bangkit setelah Perang Dunia ke-II, yaitu pada tahun 1945. Sejarahnya dimulai ketika seorang pemuda Jepang bernama So Doshin dikirim ke Tiongkok sebagai anggota pasukan ekspedisi Jepang ke Manchuria pada tahun 1928. So Doshin yang tidak sepaham dengan cara penjajahan Jepang melarikan diri dari induk pasukannya dan mengembara di daratan Tiongkok. Dalam pengembaraannya ia bertemu dengan pendeta Budha dan belajar Kung Fu di kuil Siaw Liem Sie dibawah asuhan Wen Tay Son, Mahaguru Kempo ke-20. Berkat ketekunan dan penguasaan Kempo yang baik, So Doshin akhirnya dinobatkan menjadi Mahaguru ke-21, menggantikan Wen Tay Son yang meninggal dunia.

Pada tahun 1945 setelah 17 tahun belajar di kuil Siaw Liem Sie, dan berakhirnya Perang Dunia II, So Doshin kembali ke Jepang. Di Jepang ia mendirikan Dojo (tempat berlatih) seni beladiri yang honbudinamakannya "Shorinji Kempo" di kota Tadotsu yang terletak di pulau Shikoku, Propinsi Kagawa, yang kemudian terkenal sebagai pusat Shorinji Kempo. Banyak murid So Doshin yang berasal dari daerah di sekitar dojo tersebut, maupun dari daerah lain di luar Jepang. So Doshin menerapkan disiplin yang tinggi, namun penuh welas asih yang mencerminkan falsafah dan lambang Shorinji Kempo berupa Manji yang berputar ke kiri, yang berarti adanya dan dipeliharanya keseimbangan dan keharmonisan antara Kasih sayang dan Kekuatan.

"Kasih Sayang tanpa Kekuatan adalah Kelemahan,
Kekuatan tanpa Kasih Sayang adalah Kezaliman"

 

Mariki' Login





Forgot login?

Suara ta'

Apa motivasi anda berlatih shorinji kempo ?
 
Disini meki' Home > Shorinji Kempo > Sejarah > Pasca Perang Dunia ke-2